Pertemuan terakhir - #lovestory5

Pertemuan terakhir - #lovestory5
Ini kelanjutan dari kisah cinta Maya di #lovestory4 versi aku

Saya memperkenalkan dia ke Mama dan Papa yang kebetulan ada di rumah. Mereka pun langsung akrab. Setelah itu, kami lebih sering saling kontak. Entah membicarakan sesuatu yang penting atau sekedar mengucapkan selamat pagi.

Hingga suatu hari pria itu menembakku. Bukan. Bukan pakai pistol. Maksud saya dia mengajakku berpacaran.

Gayung bersambut. Perasaan berdesir yang selama ini saya pendam, ternyata mendapat respon dari nya.

Hari-hari indah kami lalui. Setiap malam minggu pun pria itu tak pernah absen datang ke rumah.

Bahkan, sudah ada wacana untuk melangsungkan pernikahan. Semua sudah kami bicarakan. 

Suatu hari hape saya berbunyi. Ternyata dari Kak Dinda. Suaranya sedikit parau. Seperti habis menangis.

“May…”

“Ya Kak. Kenapa? Kakak habis menangis?”

Tanya saya khawatir.

“Heri May…” jawab kak Dinda.

“Heri kenapa Kak?” Tanya saya panik. Bermacam dugaan melintas di pikiran.

“Heri kecelakaan May. Dan dia meninggal May…” tangis Kak Dinda makin kencang.

Bagai tersambar petir di siang bolong. Kaki saya terasa lemas. Lunglai tak berdaya. Air mata mengalir deras tak terbendung.

Dengan berat, saya mengantarkan pria itu ke peristirahatan terakhirnya. Terbayang kembali semua kenangan kami. Dari tak sengaja bertemu di angkot, tatapan magis nya. Semua nya.

Rencana yang kami susun hancur sudah. Buyar semua mimpi saya untuk bersanding dengannya. Saya hanya bisa berharap kami akan kembali bertemu di surga kelak.

= = = = = END = = = = =

Di cerita mb Maya hanya disebutkan namanya Her. Jadi aku bikin sendiri jadi Heri. Mohon maaf ya mba Maya. #sungkem

"Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Kisah Cinta Bunda 3F - #LoveStory"

4 Responses to "Pertemuan terakhir - #lovestory5"

Gunakan bahasa yang sopan dan santun. Terima kasih :)